Pengaruh Substitusi Bungkil Inti Sawit Terhadap Karakteristik Proksimat Dan Organoleptik Tempe (Ragi 0,3%)

Authors

  • Dea Rizky Agustina Angkat Institut Teknologi Sawit Indonesia Author
  • Dr. Giyanto Institut Teknologi Sawit Indonesia Author

Keywords:

Kata kunci: bungkil inti sawit; tempe; substitusi; proksimat; organoleptic.

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi bungkil inti sawit (BIS) terhadap karakteristik kimia dan organoleptik tempe serta menentukan tingkat substitusi terbaik. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu B1 (20% BIS), B2 (40% BIS), dan B3 (60% BIS). Parameter yang diamati meliputi analisis proksimat (kadar protein, lemak, serat kasar, air, dan abu) serta uji organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur, dan penilaian keseluruhan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan substitusi BIS berpengaruh terhadap karakteristik tempe yang dihasilkan. Kadar protein dan lemak cenderung menurun, sedangkan kadar serat meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi BIS. Kadar protein tertinggi diperoleh pada perlakuan B1 sebesar 43,29%, sedangkan kadar serat tertinggi pada perlakuan B3 sebesar 20,61%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan B1 (20% BIS) merupakan perlakuan yang paling disukai oleh panelis dari segi warna, rasa, aroma, tekstur, dan penilaian keseluruhan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bungkil inti sawit berpotensi digunakan sebagai bahan substitusi dalam pembuatan tempe. Perlakuan terbaik diperoleh pada substitusi 20% BIS karena memberikan keseimbangan antara nilai gizi dan tingkat penerimaan panelis.

Downloads

Published

2026-06-07 — Updated on 2026-06-07

Versions

Issue

Section

Articles