Regionalisme Kritis : Aspek Alam dan Topografi Sebagai Pendekatan Desain dalam Arsitektur Osing
DOI:
https://doi.org/10.26877/umpak.v9i1.483Keywords:
Critical Regionalism, Arsitektur Osing, Nature, Topography, Desain KontekstualAbstract
Penelitian ini membahas penerapan pendekatan Critical Regionalism dalam arsitektur Osing dengan fokus pada aspek nature (alam) dan topography (topografi) sebagai elemen utama desain. Arsitektur Osing di Banyuwangi secara turun-temurun memperlihatkan hubungan yang erat antara manusia, budaya lokal, dan lingkungan fisik. Melalui studi deskriptif-kualitatif, penelitian ini menganalisis dua objek utama: rumah tradisional Osing dan Bandara Blimbingsari karya arsitek Andra Matin sebagai representasi arsitektur kontemporer yang tetap berpijak pada konteks lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa aspek alam diwujudkan melalui pemanfaatan material lokal, ventilasi dan pencahayaan alami, serta integrasi lanskap ke dalam sistem ruang. Sementara itu, topografi mempengaruhi penempatan, orientasi, serta bentuk massa bangunan agar harmonis dengan bentang lahan. Pendekatan Critical Regionalism dalam objek ini berhasil memperlihatkan bahwa desain arsitektur tidak harus meninggalkan akar budaya demi modernitas, melainkan dapat menciptakan arsitektur yang kontekstual, berkelanjutan, dan memiliki identitas kuat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan wacana arsitektur lokal yang adaptif terhadap tantangan global, sekaligus menegaskan pentingnya alam dan geografi sebagai landasan utama dalam proses desain yang berbasis budaya.


