Detoksifikasikasi Asam Sianida pada Biji Karet menggunakan Arang Kulit Biji Karet

Authors

  • Lana Nadia Universitas PGRI Yogyakarta Author
  • Gusta Marlinda Universitas PGRI Yogyakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.26877/jiphp.v10i1.852

Keywords:

charcoal; cyanide acid; husk; rubber seeds; soaking

Abstract

Pemanfaatan biji karet sebagai pangan terbatas karena kandungan toksin alami yaitu asam sianida (HCN). Oleh sebab itu biji karet perlu diberi perlakuan untuk mengurangi kadar HCN yaitu dengan perendaman menggunakan arang untuk menyerap HCN. Kulit biji karet yang merupakan limbah dapat dijadikan arang atau briket. Pada penelitian ini bertujuan menurukan kadar HCN menggunakan arang kulit biji karet sebagai absorben. Metode penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel bebas konsentrasi arang (Konsentrasi 0%, 30%, 60 %,  90%) dan lama perendaman (0, 12, 18, 24, 36 jam) serta variabel terikat meliputi analisis kadar HCN dan kadar air.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi arang mempengaruhi kadar HCN biji karet. Hasil konsentrasi arang 0%;30%;60%;dan 90% menujukan kadar HCN berturut-turut 167,59 ppm; 202,40 ppm; 48,67 ppm, dan 35,21 ppm. Pengaruh lama perendaman 0,12,18,24,dan 36 jam menunjukan kadar HCN berturut-turut 70,08 ppm; 92,41 ppm; 62,52 ppm; 48,85 ppm;dan 41,43 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan makin banyak konsentrasi arang kulit biji karet yang ditambahkan maka makin rendah kadar HCN biji karet dan makin lama perendaman biji karet pada laturan arang kulit biji karet maka makin rendah kadar HCN pada biji karet.

References

Andrean, H. (2021). Pengedalian Gulma Pada Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis, Mull, Arg.) Di Instalasi Benih Perkebunan Kualu Upt Tph Bun Provinsi Riau. Jurnal Agro Indragiri, 7(1). Https://Doi.Org/10.32520/Jai.V4i1

Anwar, C. (2001). Budidaya Karet. Pusat Penelitian Karet, Medan. Medan.

Bayu Syamsunarno, M., & Tri Djoko Sunarno, M. (2014). Kajian Biji Karet (Hevea Brasiliensis) Sebagai Kandidat Bahan Baku Pakan Ikan (Study On Rubber Seed Hevea

Brasiliensis As A Candidat Of Fish Feed Ingradient). Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan Desember, 3(2), 135–142. Http://Umbidharma.Org/Jipp

Dian Novita Sari. (2022). Pemanfaatan Limbah Biji Karet (Havea Brasiliensis) Sebagai Bahan Minuman.

Iswahyud, H. (2015). Laju Pematahan Dormansi Terhadap Biji Karet (Hevea Brasililensis Muell. Arg) Dengan Perlakuan Perendaman Air Panas Dan Air Dingin (Vol. 01, Issue 1).

Kardila, J. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Karet Di Kecamatan Bongan Kabupaten Kutai Barat.

Kasrianti. (2017). Potensi Pemanfaatan Limbah Biji Karet Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Biokerosin.

Puspitasari, L. (2016). Pembuatan Minuman Sari Biji Karet (Hevea Brasiliensis) Dengan Variasi Jumlah Bahan Pengekstrak Dan Konsentrasi Bahan Penstabil.

Rahmawati, L., Ellya, H., Iswahyudi, H., Studi, P., Tanaman, B., Politeknik, P., & Banjarmasin, H. (2017). Kandungan Hidrogen Sianida (Hcn) Daging Biji Karet Pada Berbagai Perlakuan Teknik Reduksi.

Ramayana, D., Royani, I., & Arsyad, F. S. (2017). Pembuatan Carbon Black Berbasis Nanoserbuk Tempurung Biji Karet Menggunakan High Energy Milling. In Jurnal Mipa (Vol. 40, Issue 1). Http://Journal.Unnes.Ac.Id/Nju/Index.Php/Jm

Rusmaningtyas, & Siswani. (2017). Pemanfaatan Minyak Biji Karet (Hevea Brasiliensis) Sebagai Bahan Baku Biodiesel Pada Variasi Suhu Transesterifikasi Dan Rasio (Metanol/Minyak) Pada Waktu 120 Menit. Jurnal Kimia Dasar , 6, 127.

Sembiring, B. S., Syaukat, Y., & Hastuti. (2021). Struktur Pasar Dan Daya Saing Karet Alam Indonesia Di Amerika Serikat. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 15(2), 235–256. Https://Doi.Org/10.30908/Bilp.V15i2.623

Downloads

Published

2026-06-29

Issue

Section

Articles